Home » » Tips Mengonsumsi Makanan Kaleng

Tips Mengonsumsi Makanan Kaleng



Makanan kaleng memang praktis dan mudah untuk disajikan. Namun kita harus jeli dalam mengonsumsinya. Kaleng dan isinya bisa mendatangkan masalah kesehatan.

Berikut adalah tips mengonsumsi makanan kaleng :
  • Pastikan label pada kemasan produk memuat nomor MD (makanan dalam negeri) dan label halal. MD merupakan jaminan aspek kesehatan sekaligus syarat untuk mendapatkan sertifikat halal dan mencantumkan produk halal.
  • Untuk produk impor pastikan ada nomor ML (makanan luar negeri) pada kemasannya, serta label halal. Jika label berbahasa Indonesia, aman. Untuk produk impor dari negara mayoritas muslim seperti Malaysia, pastikan label halalnya. Jika ada berarti kehalalannya sudah ada yang menjamin.
  • Produk pangan hasil industri kecil, biasanya bernomor pendaftaran SP. Ini masih bermasalah karena banyak yang mencantumkan label halal walau belum bersertifikat halal MUI
  • Jangan beli makanan kaleng jika kondisi kalengnya tidak sempurna lagi.
  • Cermati informasi lainnya pada label, misalnya komposisi, penggunaannya dan cara penyimpanan produk. Lihat juga tanggal kadaluarsanya (expired).
  • Masaklah di air mendidih, makanan yang sudah dikalengkan.
  • Jangan membiarkan makanan kaleng yang telah dibuka tidak dipindahkan ke tempat lain. Hal ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi campuran logam, terutama timah hitam, yang bersifat racun dari bahan makanan. sangat berbahaya jika dimakan.
  • Sisa makanan kaleng dalam lemari es, memang masih aman untuk dikonsumsi. Hanya saja, rasanya agak agak sedikit berbau timah. Menyimpan makanan dalam kaleng yang telah dibuka sering menyebabkan perubahan warna pada makanannya.
  • Bahan untuk kaleng makanan tidak dirancang untuk penyimpanan dalam lemari es. Jadi sebaiknya pindahkan makanan dalam wadah lain.
  • Pilihlah produk ikan kaleng siap olah yang bermedia saus tomat. Bila ingin mengolah produk dalam kaleng lebih lanjut, produk berlarutan garam atau minyak nabati dapat dipilih.
  • Yang perlu diperhatikan bahwa pemanasan tidak dapat membunuh semua mikroba. Penyimpanan dalam ruang bersuhu tinggi atau terkena cahaya matahari langsung menyebabkan mikroba menjadi aktif kembali dan merusak produk.

Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis Copyright © 2011. Resep Sajian Indonesia - All Rights Reserved